Categories
Article

Risalah Maiyah

#19 – 31 Hari Menulis

Tuhan tidak terbatas dengan ruang dan waktu; persepsi kita yang terbatas. Maka tidak bisa jika direfleksikan personal

Agama adalah suatu keihlaian.
Jangan melihat agama hanya sebagai struktur aturan.
Agama dibangun dengan cinta, dijalankan dengan ketulusan
Tuhan tidak bisa dipahami sebagai pemaksa.Agama dijadikan ideologi negara/politik ? (Kekuasaan dirampas bukan berdasarkan naluri)

Orang melampaui batas (az zumar) bukan ancaman -> penjelasan akan resiko pilihan

Babi tidak haram
Haram makan babi

Kearifan dan kebijaksanaan
Independency
Amanat
Cinta: awal penciptaan adalah manifestasi cinta

Kalau sifatnya transaksional bukan cinta tapi kalkulasi.

Anda melakukan sesuatu karena baik bukan karena iming-iming.

Baca gagasan pemikiran tindakan.

Informasi menjadi keyakinan faktual.
Menyucikan diri


Kemandirian


Perang badar

*

Kedaulatan.


Allah tidak pernah melukai cinta kita kepadaNya

Stress menandakan kesiapan anda menanggung beban

Mati adalah cara menikmati hidup yang luar biasa

Cari tahu lebih lanjut: sunnah berbuka kurma?
Sunnah yang langsung diambil dari pohon (tanpa ada proses pengolahan)

Sunnah rasul, sunnah fiqih

Tidak suka puasa -> berpuasa karena cinta bukan karena suka

Ulil Amri.

Kebenaran, kebijaksanaan.

Bagaimana ya, membuat kebencian jadi bukan perasaan yang melumat habis tapi membuatnya jadi ujian untuk lebih mencintai.

Tidak main-main
Jangan khusnuzon mengurusi negara
Allah memelihara.

Alim mengenali maknanya/mengetahui secara mendalam

Teknis di atas kepemilikan Allah
Bukan dengan perangkat hukum dan penguasa negara.

Berbagai catatan tanpa konteks tersebut merupakan poin yang saya catat sewaktu mengikuti Maiyah. Salah satu kabar buruk dari PSBB atau adanya pembatasan berkumpul dalam skala besar adalah saya tidak lagi dapat mendengar takzim cerita dan kejenakaan Cak Nun di bawah bulan langit Taman Ismail Marzuki. Maka, risalah ini saya tulis sebagai ujud dari kerinduan itu. Semoga ada umur panjang dan kesempatan di depan, hingga kita bertemu dalam syafaat suasana hangat Maiyah.

Feature image: Pinterest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s