Fragment//

Dengan mengecup hangatnya matahari terbit, aku seperti didekap alam semesta raya dan seisi jantungnya. Sesekali terdengar embun bertasbih dan rumput-rumput kecil yang riuh berfotosintesis menikmati pertumbuhan mereka. Dini hari tadi ada dua orang jatuh tergelincir; mungkin saat itulah bintang sedang terpejam merakit harapan. Mengaduknya bersama kekecewaan-kedewasaan dan siap menelurkan menjadi hari-hari baru dengan dada paling lapang. Esok akan tetap jadi misteri, jadi hiduplah untuk hari ini—menjelma sepotong bahagia.

Song : La Vie en Rose (Édith Poaf)
Image : Private Doc

Tira

Gadisku Tira,
Musim berganti jadi semi
Kau tumbuh jadi bunga; lebih sedap dari kenanga
Odoran menyerbak ke hidung lelaki yang lewat
Menjebak, Memikat, Menambat
Nyaris menyumbat pikiran sehat
Kau menjelma aroma beracun tanpa obat

Tira Gadisku yang naif nan lugu,
Sadarkah kau bibir bulan sabitmu itu makin merekah
Merajam kata; menuai resah
Tak peduli perkasa maupun lemah
Kau luluh lantakkan birahinya
Sonder belas, sonder sisa

Tira, O, Tira
Kaulah ini sungguh nelangsa
Tidak saja aroma, tak hanya kata
Hadirmu saja mengelim malapetaka

Maka ku rapal kau Tira;
Tirani Mayoritas

Argo Muria, 21 Des 18