Visual Rhetoric, ep. 8

bout-grow-up

“Because the more we grow up, the less shit we give about what’s right and striving only to be as happy as we can instead.”

Dari seorang temanku yang sangat baik; mengirimiku satu tutur singkat dari penulis kesukaannya semasa kecil, Roald Dahl.

My candle burns at both ends

It will not last the night

But oh my foes and oh my friends

It gives a lovely light

-Roald Dahl

 

Sepanjang hidup, mungkin bukan hanya kerikil mungil yang akan kita temui. Pun bongkahan batu besar, kadang runcing dan tajam. Untuk itu semua, kita harus menyambut bahagia. Dan meskipun waktu kita hanya sepanjang lilin yang terbakar pada kedua ujung, namun jadikanlah ia menawan pada ruangnya bersarang. Kepada kebaikan dan ketidakbaikan; kepada yang terlihat dan sembunyi dalam gelap.

Terima kasih untuk  seorang teman  yang telah mengajarkan untuk tidak lupa menyayangi diri sendiri. Semoga kita terus berpapasan dalam tikungan-tikungan yang mengejutkan! Cheers.

 

Ciracas,

14 Januari 2017

Credit words: Dearest and loveliest friend of mine, Nayahi

Design : Firdhaussi (using Canva)

 

Visual Rhetoric, ep. 7

do-all-thingswith-love

“r u n t h e s h a d o w”

Ada yang berbisik jangan takut mati.

Ciracas,

11 Januari 2017

credit words: The one and only Kitkut

Design : Firdhaussi (courtesy Canva)