-
Continue reading →: Ode untuk NicNic dalam kepalakuMerekah oranye, mengejutkan tiba-tiba bak pesulap di kebun binatang Sekali matanya tersenyum, ada aroma biola juga irama roti panggang yang dimakan terburu-buru sebelum mengejar penerbangan,atau alisnya melengkung kekar pendekarMenyiratkan ia sosok tak gentar Nic dalam angankuMelangkah sopan seperti santri. Sopan bukan luguLangkahnya adalah gerakan gerilya Satu per satu,…
-
Continue reading →: Di Atas Meja MakanSebuah pertanyaan terlontar dari sebuah teman, “Kenapa tiba-tiba berkebun?” Sebenarnya tidak ada yang terlalu tiba-tiba. Memang mungkin baru benar-benar memulai melakukan. Tetapi proses untuk mencapai pemahaman dan pemikiran itu sungguhlah panjang. Menjadi aksi keseharian yang kasat mata, saya rasa adalah buah dari perjalanan yang tidak sebentar. Little did they know,…






