Quake of Donggala

Everyday,  number’s increasing
People are dying, bleeding, crying
Perhaps some of us start reckoning
Mother nature is attacking
some point your nose “azab..azab..”

Victims scatter
Humanity and empathy obscure
Besides; money and fame turn over
But all we need is care for swear
Love each other ’til we can hear

Universe whispers: “……..,,,,,…,,,….,,..xx,,,*,…..”

and we can truly understand whats happening

until we can bear a hand for healing

wonder to help

Di Teluk Batavia

IMG_20171022_175922_586

Sampah Bulan Desember

Sudah ku kabarkan pada dunia
Negeriku punya cerita, punya daya

Sudah negeriku kabarkan pula
Bahwa tak berarti itu semua
Rumahku sudah kau kirim bencana

Aku sudah melawan dengan sebaik-bainya
Tapi mereka terus saja berteriak
Mereka terus menghujaniku sumpah serapah
Searoma sampah, sepelemparan batu dari rumah

(Mata menerawang dan menggenang di ujung air mata luka
Sayup terdengar takbir
Aku bahkan lupa ini malam lebaran)

Dua bagus, satu tidak apa
Sapa dan abdimu sudah ku dekap rapat-rapat
Dan ku kirim isyarat
Lewat gemericik sungai di belakang rumah dulu
Lewat kunang-kunang terangi halaman

/Jariku mengusap peluh keningmu,
Lalu ku sematkan kecup panjang, basah
Aku tak lihat ujung cerita ini
Namun kita telah menyatu
Belulang kita telah terpaut/

Perlu ku cari kemana lagi?
Jika di matamu aku telah menemukan

Terang…

 

Cipete Utara,
2 September 2017


Mengambil judul salah satu tulisan dari Hamsad Rangkuti, puisi ini jelas terinspirasi dari kisah hidupnya. Mengambil latar malam takbiran, sesuai dengan keadaan aslinya ketika penulis berkunjung ke rumah sederhana Hamsad Rangkuti dan isterinya. Puisi ini seperti hadir di ruang hampa, mengisahkan tentang bagaimana sepasang manusia yang terluka dan berjuang.

Dera Gadis Sepertiga Jalan

Pada enam puluh detik lampu merah kita bertemu
Matamu mengilat, lebih kilau dari bulan setengah purnama
Mengembang pipimu tatkala meniup pianika biru muda
Melulur irama mendera serupa senandung ibu
membuyarkanku dari senandika

Kau tersenyum, mengikik, terangguk
Menggeleng jenaka, rambut kuncir kuda
Dukamu sudah ku buang jauh tak terperi
Dan tanganmu sudah terampil mengadah
Menjumputi receh dari pekerja paruh baya
demi penuh kantong berat yang kau gantung pada leher mungilmu

Kakimu pasti  mengapal sebab tak mencicipi sandal
Jinjit jinjit mencipta langkah menuju kolong hunian
Rumah kardus tanpa jendela, kau tinggali bersama adik lakimu
yang airnya pasang menggenang kalau hujan datang

Tak mengapa gadis kecilku
Jiwamu murni, lagi bestari
Dukamu telah ku buang jauh tak terperi

 

Pondok Pinang,
Agustus 2017

 
image: pinterest

Kutukan Klan Termite

termite-klan

 

Telah Tuhan ciptakan satu klan

Badannya tidak lebih besar dari  jempol kaki

Hidupnya berkoloni

Kerjanya mencabik buku: ilmu

Lamban tetapi jadi

Ia umbar peluh, liur dan ia kencingi

Hingga kertas lumat dalam lembab

Saat ituah ia gerogoti

Sampai bolong

Memang dasar tamak

Tidak cuma bolong kadang sampai habis

Manusia sekarang tidak baca buku

Sekalian saja itu kayu sampai grumpil

Mereka bekerja tidak pernah berisik; tidak pernah terlihat

Tau tau rusak

Mereka bekerja tidak pernah sendiri; pasti berkoloni

Persis pengecut

Tau tau hilang duapuluh tigapuluh halaman

Lalu Tuhan kutuk: sebagian besar dari klan mereka buta

Buta mata atau buta hati? embuh

Bisa jadi keduanya

Mirip penguasa.

 

 

Bulak Sareh,

11 Januari 2017

 

credit image: pinterest

 

 

Seorang Hamba

medusa

“Makhluk perayu,” kata Athena pada Medusa

“Pelayan nafsu,” besar-besar di koran kota

“Riasan  pemanis,” bunyi iklan di televisi

“Cuma pelengkap,”  doktrinasi ayat ayat kitab

Tenang Tuan-tuan,

Diri tahu lagi perempuan

Sahaya ini seorang hamba

Januari, 2016

(karya ini pernah ditampilkan dalam Art Exhibition di Artheist, namun kemudian mengalami beberapa suntingan)

 

image: andi.myid

Visual Rhetoric ep. 5

nelayan
laut

Terinspirasi dari para nelayan di Kampung Dadap Cheng In, Tangerang.

Sekarang kondisi mereka sedang mengkhawatirkan terkait dengan SP2 dari Bupati yang mengatakan bahwa kawasan tersebut akan digusur terkait dengan pelebaran jalan menuju pulau reklamasi (proyek DKI Jakarta) dan pembangunan Islamic Center.