Categories
Poem and Prose

Aku Tidak Mau Jadi Tamu

Ibarat rumah,

Suatu hari kamu memperbolehkan aku masuk ke ruang tengah, mengenalmu panas dan dingin, melihat hari-harimu dekat, mengenalkan seisi ruangan, juga perabotan, sering kamu minta pendapat, “Bagus ini atau itu?” , “Baiknya aku taruh di bawah atau di atas ya?” atau sekadar cerita “Mejaku dimakan rayap, sial sekali!”

Kamu melibatkan aku membangun ruang tengahmu, mendekorasi sudut-sudutnya. Satu dua kali kamu membiarkan aku masuk kamar buat menata kasur, memilih aroma therapy, meredupkan penerangan sampai kamu tertidur

Sejak itu harapku naik setinggi langit-langit, dan aku berkata pada diri sendiri, “Kini aku punya teman berbagi rumah, bahkan jika sedang berserakan, akan ku rapikan pelan-pelan”

Lalu tiba-tiba, disadari atau tidak kamu memintaku berjarak

Perlahan memintaku keluar, tapi tak sepenuhnya pergi
Kamu lantas memberiku ruang kecil di teras, memintaku duduk di kursi panjang dari bambu

Sejak hari itu, aku tidak lagi bagian dari keseharian rumahmu
Aku adalah tamu, kamu jamu sesekali

Satu waktu kamu bertanya apa aku haus, aku jawab: ya
dan kamu membawakan aku segelas air putih

Kamu lalu bertanya apa aku kedinginan, aku jawab: ya
dan kamu taruh setumpuk selimut rapi di dekat kursi

Kamu bertanya lagi apa aku lapar, aku jawab: belum nanti saja

Kamu terus memberi dan aku terpenuhi

Kamu bilang, “Kamu di sini dulu ya”
lalu kamu menutup pintu, menguncinya sampi bunyi ceklek,
Aku hanya bisa mengintip harimu dari sela-sela pintu


***

Tapi aku tidak mau jadi tamu
Aku mau buat minum di dapurmu, meski airnya harus ku timba mandiri
Aku mau menghangat diri bersama kamu, bukan pakai selimut wangi yang diambil dari laundry

Tapi aku tidak mau jadi tamu
Sendiri di teras depan

Tapi aku tidak mau jadi tamu
Aku ingin mendengar keluh kesahmu tentang rayap nakal ketika aku bertanya tentang meja, bukannya jawaban “Tenang saja, mejanya aman”

Tapi aku tidak mau jadi tamu
Aku mau ikut menyapu tanpa diminta
Masuk ke kamarmu tanpa sungkan demi memastikan kamu nyaman
kadang cekikikan
kadang mengganggumu dengan gelitikan
atau iseng memindahkan perabotan

Tapi
Aku tamu
yang dungu,
hanya bisa menunggu kunci itu kamu bagi bersamaku
Entah lusa atau lain waktu


Firdhaussi,
di Kaliurang, tengah malam menuju 25 Desember 2022

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s