Sujud

1

Kala hari masih dini

Ayam belum berkokok dan pasar pagi masih menata diri

Lisan dan cakap tak sanggup lagi berucap

Air mata jadi sekering sungai kemarau

Kala kening bertemu bumi

Tak usah lagi pakai bahasa diplomatis

Yang harus luruh biar luruh

 

2

Simpuh seorang hamba di atas selembar sajadah

Simbah peluh; simbah deru

Meringkuk malang sebab rindunya pada damai

Ampun telah dimohonkan

Lantas

Taubat jadi dimaktubkan

Diri ini dikoyak hina

 

3

Tak usah lagi pakai bahasa diplomatis

Doa tak mesti berwujud  mantra

Merintih lirih

Umpama nadi, dia yang paling terbenam

Namun gemeretak detaknya justru paling bingar

 

4

Kala kening bertemu  bumi

Sepoi kedamaian ditiupkan pada ruh yang rapuh

Justru

Setiap ruh adalah niscaya rapuh

 

5

Relung telah penuh dicor buih kejernihan

Diri didapati tengah bergumul

Tak lagi hampa

Sebab ia telah tahu jawabnya

Kala kening bertemu bumi

 

 

MUI,

27, 2017

Januari, dua dini hari

 

 

image: ummi online

 

 

Published by

firdhaussi

Still human;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s